(Kamis,25 Juli 2013) Lektor Kidul Loji mengadakan perpisahan dengan Rm Vincentius Suparman yang akan pindah ke Paroki St Theresia Sedayu . Acara itu tidak lama diawali dengan persembahan lagu dari teman-teman lektor. Kemudian, teman-teman mengungkapkan pendapatnya selama bersama Rm Parman. Berbagai pendapat diutarakan ada yang menyebut misanya slalu cepat kalau Rm Parman, ada juga yang menyebut memang suka dengan Rm Parman, dll. Rm Parman sendiri juga mengapresiasi komunitas lektor ini. Beliau menyebut komunitas ini seperti "mati" saat Rm Parman tiba di Kidul Loji. Beliau juga menyebut sosok Pandawa Lima (Pungkas, Abe, Magnis, Ivan, Sunny) yang kembali menghidupkan kembali komunitas ini ditambah lagi dari teman-teman STAMA (SMA Santa Maria). Setelah itu, ada kenang-kenangan dari Lektor Kidul Loji yang diberikan kepada Rm Parman. Selanjutnya, acara tersabut ditutup dengan persembahan lagu "kemesraan" yang bersama-sama dinyanyikan. Kami segenap keluarga besar Lektor St Bonifasius Kidul Loji mengucapkan terima kasih kepada Rm Parman atas segala dukunganya dan selamat bertugas di Paroki St Theresia Sedayu semoga menjadi pelayan yang baik dan menjadi teladan bagi umat-umatnya.
Sebuah tema yang diangkat oleh
kaum muda Komunitas Lektor St. Bonifasius Kidul Loji, dalam rangka memperingati
HUT RI yang ke – 67. Suatu bentuk kepedulian dan semangat nasionalisme yang
masih ada dalam diri kaum muda pada masa ini terutama kaum muda katolik yang
menjadi masa depan bangsa. Rasa syukur atas kemerdekaan tersebut ditunjukkan
dalam Perayaan Ekaristi yang diadakan pada hari Sabtu, 18 Agustus 2012 pada
pukul 17.15. Perayaan Ekaristi ini dipimpin oleh Rm. B. Saryanto W., Pr
didampingi oleh Rm. V. Suparman, Pr. Ekaristi yang dikemas dalam nuansa
kemerdekaan dengan beberapa lagu wajib yang dinyanyikan seperti Indonesia Raya,
Bagimu Negeri, Hari Merdeka dan dekorasi yang mendukung meghantarkan umat untuk
bisa lebih memaknai dan menghayati makna dari kemerdekaan.
Lima belas menit sebelum Perayaan
Ekaristi mulai dilaksanakan apel singkat, yaitu arak-arakan bendera Indonesia yang
berwarna Merah Putih (Merah berarti Keberanian dan Putih berarti Suci) dan bendera Vatikan yang berwarna Kuning Putih
(Kuning berarti Kemuliaan dan Putih artinya Suci) dengan diiringi lagu Hari
Merdeka. Sesampainya didepan Altar dengan memandang bendera Indonesia dan
bendera Vatikan umat diajak untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Pada saat Homili, panitia memutar
video yang menggambarkan perjuangan bangsa Indonesia dalam memperoleh
kemerdekaan dan kondisi negara Indonesia pada saat ini khususnya yang berkaitan
dengan kaum muda. Kaum muda kita saat ini dihadapkan pada banyak pilihan untuk mengisi
kemerdekaan yang telah di perjuangkan oleh para pahlawan kita. Apakah
kemerdekaan yang sudah diraih ini akan di sia-siakan? Ataukah akan diisi dengan
hal-hal positif yang memajukan bangsa ini?, misalnya dengan rajin belajar atau
aktif dalam kegiatan gereja. Ataukah akan diisi dengan hal-hal negatif yang
akan menghancurkan masa depan bangsa? misalnya dengan mengkonsumsi narkoba,
tawuran antar pelajar, clubbing, merokok.
Kaum muda diharapkan untuk mengisi kemerdekaan bangsa ini dengan hal-hal yang
positif untuk memajukan bangsa Indonesia. Tunjukkan kepedulian kita terhadap
sesama yang belum bisa merasakan “kemerdekaan” seperti Kaum yang Lemah Miskin
dan Tersingkir dan Difabel (KLMTD).
Marilah kaum muda...! Kalian
adalah masa depan bangsa, satukan tangan dan tekad untuk memajukan bangsa
Indonesia. Isilah kemerdekaan ini dengan hal-hal yang baik dan positif! Semoga
Tuhan senantiasa memberkati niat baik kita semua. Amin.
*Tim merah putihnya Lektor Kidul Loji (LeKoJi) in action
Untuk memaknai hari kasih sayang atau Valentine's Day, yang selalu diperingati setiap tanggal 14 Februari, komunitas lektor St. Bonifasius Kidulloji mengundang rekan-rekan muda dalam acara keakraban yang akan diadakan pada hari Kamis, 14 Februari 2013 Pukul 16.30 bertempat di aula gereja St. Franciscus Xaverius Kidulloji Yogyakarta. Valentine's Day kali ini diberi tema "Kaum Muda Beriman Tangguh & Mendalam melalui Keterlibatan Hidup Menggereja", bersama dengan motivator Bpk. St. Kartono dan serangkaian acara akan diakhiri dengan Doa Taize bersama.
Ambillah waktu untuk bermain, karena itulah rahasia untuk tetap muda. Ambillah waktu untuk berdiam, karena itulah kesempatan untuk mencari Allah. Ambillah waktu untuk mengasihi dan dikasihi, karena itulah anugerah Allah yang terbesar. Ambillah waktu untuk berdoa, karena itulah kekuatan terbesar di permukaan bumi ini. Ambillah waktu untuk melayani Tuhan, karena itulah caranya untuk bersyukur atas segala kebaikan-Nya.
Dalam hati bertanya,
Kemana diri ini kan ku bawa,
Terbentang pilihan di sana,
Tawarkan sejuta rasa.
Ku biarkan Tuhan berkarya,
Dengan sgala yg kupunya,
Buat hidupku lebih bermakana,
Bagi gereja dan sesama.
reff:
Genggam erat tangan kita,
Tuk setia bersama wartakan sabda,
Dalam suka duka tinggal bersama,
Santo Bonifasius pelindung kita,
Lektor Kidul Loji,
Luar biasa.